Posted in
Ekonomi & Keuangan by Redaksi on
September 11th, 2007
Jakarta (SIB)
Hubungan
diplomatik dan kerjasama di berbagai bidang, terutama
ekonomi maupun politik antara RI-Rusia berprospek cerah,
mengingat terdapat banyak kesamaan kepentingan, baik dalam
upaya memperkuat ketangguhan domestik maupun bermain di
tataran global.
Demikian
pendapat dua praktisi dan pengamat politik internasional,
masing-masing Kenly Poluan dari Program Pasca Sarjana Ilmu
Politik Universitas Indonesia (UI) serta Aloysius Rebong (Newslink
Communication Management), di Jakarta, Senin malam.
Ada
banyak alasan bagus, mengapa RI harus mulai lebih menjadikan
Rusia pada deretan papan atas mitra luar negeri strategis.
Selain sebagai sesama negara besar dalam jumlah penduduk dan
sumberdaya alam, juga sama-sama tengah memperkuat
ketangguhan ekonomi domestik, kata Kenly Poluan.
Di
sisi lain, lanjutnya, Rusia dan Indonesia pernah memiliki
kerjasama pertahanan serta militer maupun konstruksi yang
mantap, bahkan sempat membuat negara kita disegani dalam
level Asia juga dunia.
Rusia
itu bisa jadi mitra strategis dalam apa saja. Dia juga punya
keunggulan teknologi. Lihat contoh di India, kini mampu
menjadi salah satu negara terbesar di bidang industri mikro
chip dan multimedia serta teknologi militer, papar Kenly
Poluan sehubungan dengan kunjungan Presiden Rusia, Vladimir
Putin serta puluhan delegasi eksekutif bisnisnya.
Hal senada juga
diutarakan Aloysius Rebong yang mengharapkan kunjungan
rombongan besar untuk pertamakalinya dari Rusia di era
reformasi ini, dapat membawa angin segar terhadap banyak hal
di Indonesia.
Ia
lalu menunjuk salah satu hasil kunjungan berupa terjalinnya
kerjasama investasi pihak Indonesia yang diwakili Minang
Jordanindo dengan mitranya dari Rusia, Uraltrac Chelyabinsk.
Sebagaimana
diberitakan sebelumnya, penandatanganan Head of Agreement (HoA)
antara PT Minang Jordanindo dan Uraltrac Chelyabinsk Rusia,
berlangsung di Jakarta tanggal 6 September lalu, disaksikan
langsung Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dalam Forum Bisnis Indonesia-Rusia.
Kedua
perusahaan tersebut sepakat untuk segera merealisasikan
program kerjanya. Pada tahap awal realisasi investasi
senilai 100 juta dolar AS itu, pihak PT Minang Jordanindo
akan segera mengirim 100 teknisi asal Indonesia untuk
mendapatkan training di Rusia pada tahun ini juga, paparnya.
Hindari
Hegemoni Amerika
Khusus
berkaitan dengan program tersebut, Presiden Direktur Minang,
Jordanindo Bonny Z Minang, menjelaskan, pihaknya akan
membangun Workshop di Kalimantan yang diharapkan terbesar di
Kalimantan dengan target menyerap lapangan kerja baru
sebanyak-banyaknya.
Pelaksanaan
realisasi dari investasi yang disaksikan oleh kedua presiden
adalah sangat penting dan agar itu jangan hanya simbolik
saja, maka kami bertekad untuk segera merealisasikan guna
dapat memberikan kontribusi dalam sektor pertambangan dan
pembangunan infrastruktur di Indonesia, kata Jordanindo
Bonny Z Minang.
Sementara
itu, untuk menghindari ketergantungan ketersediaan suku
cadang, lanjutnya, pihaknya akan memproduksi suku cadang
tersebut di Indonesia.
Perusahaan
Uraltrac Chelyabinsk Rusiaâ, menurut Bonny Minang, merupakan
salah satu produsen alat berat terbesar asal Rusia dan
perusahaan itu berkomitmen untuk membawa teknologi dan
pengetahuan tersebut ke Indonesia, sehingga dapat diproduksi
di sini. (Ant/q)
|